<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>belajar komputer &#124; internet &#124; seo &#124; apa lagi eeaa?</title>
	<atom:link href="http://alhasanah08.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alhasanah08.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Mar 2009 00:54:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='alhasanah08.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>belajar komputer &#124; internet &#124; seo &#124; apa lagi eeaa?</title>
		<link>http://alhasanah08.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alhasanah08.wordpress.com/osd.xml" title="belajar komputer &#124; internet &#124; seo &#124; apa lagi eeaa?" />
	<atom:link rel='hub' href='http://alhasanah08.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mumet</title>
		<link>http://alhasanah08.wordpress.com/2009/02/28/159/</link>
		<comments>http://alhasanah08.wordpress.com/2009/02/28/159/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 10:42:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalman007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alhasanah08.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[tak tahukah x-an tubuh mereka beracun tak tahukah x-an mereka bapak-bapak x-an tak tahukah x-an mereka mencintai x-an sepenuh hati tak tahukah x-an mereka adalah pewaris Nabi tapi x-an campakan nasehat mereka tapi x-an tumpahkan nila diwajah mereka tapi x-an robek martabat mereka tapi x-an rendahkan kedudukan mereka apa yang x-an lakukan ya tuan??<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alhasanah08.wordpress.com&amp;blog=4522721&amp;post=159&amp;subd=alhasanah08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tak tahukah x-an</p>
<p>tubuh mereka beracun</p>
<p>tak tahukah x-an</p>
<p>mereka bapak-bapak x-an<span id="more-159"></span></p>
<p>tak tahukah x-an</p>
<p>mereka mencintai x-an sepenuh hati</p>
<p>tak tahukah x-an</p>
<p>mereka adalah pewaris Nabi</p>
<p>tapi x-an campakan nasehat mereka</p>
<p>tapi x-an tumpahkan nila diwajah mereka</p>
<p>tapi x-an robek martabat mereka</p>
<p>tapi x-an rendahkan kedudukan mereka</p>
<p>apa yang x-an lakukan ya tuan??</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alhasanah08.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alhasanah08.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alhasanah08.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alhasanah08.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alhasanah08.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alhasanah08.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alhasanah08.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alhasanah08.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alhasanah08.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alhasanah08.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alhasanah08.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alhasanah08.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alhasanah08.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alhasanah08.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alhasanah08.wordpress.com&amp;blog=4522721&amp;post=159&amp;subd=alhasanah08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alhasanah08.wordpress.com/2009/02/28/159/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e168b34930e92f8ce1becbc29ffeb9fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalman007</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fenomena Ponari Sweat</title>
		<link>http://alhasanah08.wordpress.com/2009/02/26/fenomena-ponari-sweat/</link>
		<comments>http://alhasanah08.wordpress.com/2009/02/26/fenomena-ponari-sweat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 03:18:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalman007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alhasanah08.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[oleh : Ust. Jafar Salih Ponari, nama yang sederhana, sesederhana orangnya. Tidak ada yang istimewa pada sosok bocah sepuluh tahun ini sampai suatu hari ia menemukan sebuah batu yang dikenal belakangan dengan sebutan “batu petir” dan konon diyakini “sakti”, paling tidak oleh ribuan orang yang telah menjadi pasiennya. Batu yang dengan sekali celup, air celupannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alhasanah08.wordpress.com&amp;blog=4522721&amp;post=149&amp;subd=alhasanah08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh : <span class="penulis">Ust. Jafar Salih</span></p>
<p>Ponari, nama yang sederhana, sesederhana orangnya. Tidak ada yang istimewa pada sosok bocah sepuluh tahun ini sampai suatu hari ia menemukan sebuah batu yang dikenal belakangan dengan sebutan “batu petir” dan konon diyakini “sakti”, paling tidak oleh ribuan orang yang telah menjadi pasiennya. Batu yang dengan sekali celup, air celupannya bisa mengobati segala macam penyakit. Batu yang telah menjungkirbalikkan logika ribuan anak bangsa! <span id="more-149"></span></p>
<p>Ponari, begitu pula Dewi Sulistiyowati dan entah siapa lagi bakal menyusul, telah menjadi sebuah fenomena berkat batu yang mereka temukan. Tapi yang lebih fenomenal dari itu semua adalah ribuan atau bahkan jutaan ummat manusia yang “tersihir” dan percaya terhadap eksistensi “batu petir” dalam proses penyembuhan.</p>
<p>Bicara tentang batu, ummat Islam telah mengenal Hajar Aswad sebagai batu yang paling populer di tengah-tengah kehidupan beragama mereka, karena letak keberadaannya (di dinding Ka’bah) dan posisinya di dalam jiwa kaum muslimin, karena kaitannya dengan ibadah thawaf.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam, satu-satunya tauladan ummat, di dalam thawafnya mencontohkan untuk mencium batu ini setiap kali melewatinya pada putaran thawaf atau menyentuhnya bagi yang mampu atau melambai ke arahnya. Demikian istimewanya batu ini, sampai-sampai thawaf tidak dianggap sah kalau tidak memulai thawaf dari arah yang sejajar dengannya. Sehingga jadilah batu ini salah satu dari syi’ar-syi’ar Islam yang wajib dimuliakan, menurut aturan syariat. Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala berfirman,</p>
<p>ذَلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ</p>
<p>“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi&#8217;ar-syi&#8217;ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati”. (Qs. Al Hajj: 32)</p>
<p>Tapi kendati pun demikian, batu adalah batu, dia tidak bisa memberi manfaat kepada siapa pun, atau pun mencelakakannya. Adapun kita sampai menciumnya, itu tidak lebih semata-mata dalam rangka menauladani apa yang diperbuat Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam sebagai tauladan bagi manusia. Dan konsep ini sangat dipahami sekali oleh generasi pertama ummat ini, para salaf, sampai-sampai Umar bin Khattab Rhadiyallahu &#8216;Anhu, Khalifah Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam yang kedua, ketika menciumnya, ia berkata,</p>
<p>إني أعلم أنك حجر لا تضر ولا تنفع ولولا أني رأيت النبي صلى الله عليه و سلم يقبلك ما قبلتك</p>
<p>“Sesungguhnya Aku benar-benar tahu bahwa kamu hanya batu, tidak bisa memberi manfaat atau celaka, kalau saja Aku tidak melihat Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam menciummu, Aku tidak akan menciummu”. Muttafaqun ‘Alaihi dari Umar Rhadiyallahu &#8216;Anhu.</p>
<p>Kembali kepada batu Ponari, batu Dewi Sulistiyowati dan batu fulan dan fulan…dst. Terlepas dari pernyataan para pasien yang mengaku sembuh setelah meminum air celupan batu tersebut dan terlepas dari sibuknya para dokter yang menyatakan bahwa itu hanya disebabkan faktor sugesti, yang diakui dunia medis sebagai salah satu faktor penyembuh juga. Saat ini batu-batu tersebut telah menjerumuskan ummat kepada kesyirikan kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala. Karena mereka yang mengakui eksistensi batu tersebut dalam proses penyembuhan, tidak lepas dari tiga kelompok manusia:</p>
<p>Yang pertama; mereka yang meyakini bahwa kesembuhan semata-mata berkat kekuatan batu, tidak ada campur tangan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala dalam hal ini. Maka mereka telah jatuh kepada kesyirikan yang besar. Karena mereka telah meyakini ada selain Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala yang menyembuhkan.</p>
<p>Yang kedua: mereka yang meyakini bahwa kesembuhan datangnya dari Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala semata dan batu hanya sebagai sebab. Maka mereka telah terjatuh kepada syirik kecil, karena mereka telah menjadikan sesuatu yang bukan sebab sebagai sebab.</p>
<p>Dan yang ketiga: juga merupakan syirik kecil, yaitu mereka yang meyakini batu tersebut ada barakahnya. Sehingga mereka berebut meminum air celupannya dengan niatan mengharap barakahnya.</p>
<p>Al Imam At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Waqid Al Laitsi Rhadiyallahu &#8216;Anhu, ia berkisah, “Kami pergi bersama Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam menuju Hunain dan (waktu itu) kami belum lama masuk Islam. Dan orang-orang musyrikin mempunyai pohon Bidara yang mereka jadikan tempat semedi dan menggantungkan senjata-senjata mereka dibawahnya (mengharapkan barakahnya) yang mereka namakan dengan sebutan Dzatu Anwath. Maka (ketika) kami melewati sebuah pohon Bidara, kami berkata: Wahai Rasulullah! Buatkanlah untuk kami Dzatu Anwath seperti orang-orang musyrikin punya Dzatu Anwath.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam bersabda, “Allahu Akbar! Sesungguhnya ini adalah suatu jalan/ajaran, apa yang kalian ucapkan –demi Dzat Yang jiwaku berada di Tangan-Nya- persis seperti yang pernah diucapkan Bani Israil kepada Musa, “Buatkanlah untuk kami sesembahan (selain Allah) sebagaimana mereka punya sesembahan, Musa berkata: kalian adalah kaum yang jahil”. Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam melanjutkan: kalian akan benar-benar mengikuti jalan-jalan ummat sebelum kalian”.</p>
<p>Dan ketahuilah kesyirikan apa pun bentuknya merupakan kedzaliman yang paling besar, lebih besar dari membunuh, mencuri, korupsi, berzina, memakan riba…dstnya. Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala berfirman,</p>
<p>وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ</p>
<p>“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya:&#8221;Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar&#8221;. (Qs. Luqman: 13)</p>
<p>Dan kesyirikan adalah dosa yang tidak diampuni,</p>
<p>إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاء وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا</p>
<p>“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. (Qs. An-Nisaa: 48)</p>
<p>Dan karena kesyirikan (besar), Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala haramkan seseorang masuk ke dalam surga,</p>
<p>إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ</p>
<p>“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun”. (Qs. Al Maidah: 72)</p>
<p>Dan banyak lagi kerugian-kerugian yang diakibatkan oleh dosa kesyirikan. Maka wajib bagi ulama Islam, tokoh-tokoh agama untuk menerangkan masalah ini kepada ummat dan mencegah mereka dari terperosok ke dalam jurang-jurang kebinasaan, sebagaimana wajib bagi pihak yang berwajib untuk menutup praktek pengobatan ini serta praktek-praktek yang serupa, karena ini semua hanya berakibat pada kerugian bangsa, negara dan ummat seluruhnya. Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala berfirman,</p>
<p>وَإِذَ أَخَذَ اللّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلاَ تَكْتُمُونَهُ فَنَبَذُوهُ وَرَاء ظُهُورِهِمْ وَاشْتَرَوْاْ بِهِ ثَمَناً قَلِيلاً فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُونَ</p>
<p>“Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu):&#8221;Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya,&#8221; lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima”. (Qs. Ali Imran: 187)</p>
<p>Wallahua’lam bis shawab. Wa’aakhiru Da’waana Anilhamdulillahi Rabbil ‘Aalamin.</p>
<p>sumber: http://www.ahlussunnah-jakarta.com/artikel_detil.php?id=304</p>
<p>judul asli : <span class="judul">DUKUN PONARI DAN FENOMENA BATU PETIR</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alhasanah08.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alhasanah08.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alhasanah08.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alhasanah08.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alhasanah08.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alhasanah08.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alhasanah08.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alhasanah08.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alhasanah08.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alhasanah08.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alhasanah08.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alhasanah08.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alhasanah08.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alhasanah08.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alhasanah08.wordpress.com&amp;blog=4522721&amp;post=149&amp;subd=alhasanah08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alhasanah08.wordpress.com/2009/02/26/fenomena-ponari-sweat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e168b34930e92f8ce1becbc29ffeb9fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalman007</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fenomena Ponari Wagenari Kliwonari Pahingari</title>
		<link>http://alhasanah08.wordpress.com/2009/02/24/fenomena-ponari-wagenari-kliwonari-pahingari/</link>
		<comments>http://alhasanah08.wordpress.com/2009/02/24/fenomena-ponari-wagenari-kliwonari-pahingari/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 02:08:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalman007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alhasanah08.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[oleh Al Ustadz Ja&#8217;far Shalih (Dukun n adalah orang yang mengobati, menolong orang sakit, memberi jampi-jampi (mantra, guna-guna,dsb) -http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php) Dalam bahasa Arab, dukun biasa diistilahkan dengan kahin, ‘arraaf, munajjim atau sahir (tukang sihir), yaitu orang yang mengaku mengetahui perkara ghaib, menebak isi hati, membaca pikiran, nasib, masa depan, jodoh, orang hilang, benda hilang, dengan cara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alhasanah08.wordpress.com&amp;blog=4522721&amp;post=144&amp;subd=alhasanah08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh  Al Ustadz Ja&#8217;far Shalih</p>
<p>(Dukun n adalah orang yang mengobati, menolong orang sakit, memberi jampi-jampi (mantra, guna-guna,dsb) -http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php)</p>
<p>Dalam bahasa Arab, dukun biasa diistilahkan dengan kahin, ‘arraaf, munajjim atau sahir (tukang sihir), yaitu orang yang mengaku mengetahui perkara ghaib, menebak isi hati, membaca pikiran, nasib, masa depan, jodoh, orang hilang, benda hilang, dengan cara melihat bintang, telapak tangan, garis-garis, dll. Atau orang yang bekerjasama dengan jin dalam mencelakakan korban, memisahkan suami dengan istrinya atau menjadikan mereka akur kembali. Dan sekarang mereka dikenal juga dengan istilah paranormal, magician, Ilusionis, “orang pintar”, dll.<span id="more-144"></span></p>
<p>Berkenaan dengan hal ini, Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam telah menerangkan salah satu rambu untuk menjaga keutuhan Islam seseorang, pada sabdanya beliau berkata,<br />
من أتى عرافا فسأله عن شيء لم تقبل له صلاته أربعين ليلة<br />
“Barangsiapa mendatangi arraaf (dukun) dan bertanya kepadanya akan sesuatu, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam”. HR Muslim dari sebagian istri-istri Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam.</p>
<p>Dan pada riwayat yang lain,<br />
مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ<br />
“Barangsiapa mendatangi kahin atau arraaf (dukun) dan dia membenarkan ucapannya maka dia telah kufur terhadap yang diturunkan kepada Muhammad (Al Quran)”. HR Ahmad dari Abu Hurairah Rhadiyallahu &#8216;Anhu.</p>
<p>Arti arraf, dan kahin<br />
Ibnul Atsir menjelaskan, yang dimaksud dengan arraaf (peramal) adalah ahli nujum atau “orang pintar”, yang mengklaim mengetahui ilmu gaib padahal hanya Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala yang mengetahui persoalan gaib. Tukang ramal ini termasuk dalam kategori kahin (dukun)”.</p>
<p>Al Imam Al Baghawi menerangkan: Arraaf adalah orang yang mengaku-ngaku mengetahui perkara-perkara dengan cara-cara tertentu yang dipakai sebagai petunjuk akan barang hilang atau tempat hilangnya barang dan semisalnya. Sedangkan kahin adalah orang yang memberitahu akan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Dan pendapat lain mengatakan kahin adalah orang yang mengetahui apa yang ada di dalam hati (mengetahui isi hati/membaca pikiran).</p>
<p>Makna hadits<br />
Kedua hadits ini memuat ancaman Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam terhadap dua jenis golongan manusia.<br />
Yang pertama, mereka yang datang kepada dukun/paranormal sebatas untuk bertanya. Dan yang ke dua, mereka yang datang, bertanya dan percaya. Masing-masing keadaan ini diberitakan baginda Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam dalam redaksi yang berbeda dan dengan akibat yang berbeda pula.</p>
<p>Adapun yang pertama, Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam mengancam dengan ancaman, “Tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam”.</p>
<p>Al Imam An-Nawawi Rahimahullah menjelaskan, &#8220;Adapun tidak diterimanya shalat (orang yang bertanya kepada dukun selama empat puluh malam), artinya tidak ada pahala untuk dia, meskipun shalat yang dilakukannya dianggap sah dan tunai kewajibannya dan tidak perlu baginya mengulangi shalatnya.&#8221; (Syarah Shahih Muslim)</p>
<p>Dan golongan yang kedua, “Maka dia telah kufur terhadap yang diturunkan kepada Muhammad”. Dan yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam adalah Al Qur’an dan kufur terhadap Al Qur’an, berarti keluar dari Islam atau murtad.</p>
<p>Dan apabila kita memperhatikan fenomena di tanah air, perdukunan dan paranormal bukanlah barang haram yang harus dijauhi. Lihat saja berapa banyak iklan-iklan praktek perdukunan dan usaha-usaha klenik di koran-koran dan majalah-majalah yang beredar. Praktek-praktek ini begitu laris manis di tengah-tengah masyarakat muslim yang menjadi pasien mereka.</p>
<p>Dan tengoklah lebih jauh lagi, kita akan dapati sederetan nama-nama populer dalam barisan dukun/paranormal yang berhasil menipu jutaan pemirsa ummat Islam melalui acara-acara penyesatan yang disponsori stasiun-stasiun televisi dan iklan-iklan haram, yang menawarkan solusi kehidupan. Sebut saja seperti Mama Laurent yang katanya bisa membantu peruntungan, meramal masa depan, membaca pikiran, mengetahui isi hati, dll. Belum lagi nama-nama beken lainnya seperti Deddy Corbuzier, Romi Raffael, Ki Joko Bodo dan selain mereka.</p>
<p>Jelas ini merupakan realita yang menyedihkan. Bagaimana tidak, Indonesia yang merupakan negera berpenduduk muslim terbesar, ternyata merupakan ladang subur bagi penyebaran virus-virus kekufuran. Muslim Indonesia di persimpangan jalan?!</p>
<p>Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala berfirman,<br />
قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ<br />
“Katakanlah:&#8221;Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah&#8221;, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan”. (Qs. An-Naml: 65)<br />
Dan dia berfirman tentang nabi-Nya,<br />
قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاء اللّهُ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَاْ إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ<br />
“Katakanlah:&#8221;Aku tidak berkuasa menarik kemanfa&#8217;atan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”. (Qs. Al A’raaf: 188)</p>
<p>Apabila sebaik-baik makhluk, penghulu para nabi, manusia pilihan, kekasih Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala saja tidak mengetahui perkara ghaib, apalagi selain beliau Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam dari manusia-manusia biasa yang kebanyakan mereka adalah orang-orang kafir, atau meninggalkan shalat, banyak melakukan maksiat. Kemana perginya akal kebanyakan ummat! Hasbunallahu wa ni’mal wakiil.</p>
<p>sumber: <a href="http://www.ahlussunnah-jakarta.com/artikel_detil.php?id=302" target="_blank">http://www.ahlussunnah-jakarta.com/artikel_detil.php?id=302</a>,</p>
<p>judul asli:<span class="judul">MUSLIM INDONESIA DI PERSIMPANGAN JALAN?! (1) (fenomena perdukunan, paranormal, dan batu petir)</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alhasanah08.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alhasanah08.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alhasanah08.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alhasanah08.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alhasanah08.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alhasanah08.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alhasanah08.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alhasanah08.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alhasanah08.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alhasanah08.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alhasanah08.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alhasanah08.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alhasanah08.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alhasanah08.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alhasanah08.wordpress.com&amp;blog=4522721&amp;post=144&amp;subd=alhasanah08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alhasanah08.wordpress.com/2009/02/24/fenomena-ponari-wagenari-kliwonari-pahingari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e168b34930e92f8ce1becbc29ffeb9fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalman007</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>untitled</title>
		<link>http://alhasanah08.wordpress.com/2009/02/20/untitled/</link>
		<comments>http://alhasanah08.wordpress.com/2009/02/20/untitled/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 03:19:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalman007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngelantur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alhasanah08.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah aku kembali membawa sejuta asa aku kembali menggenggam tekad aku kembali untuk melawan aku kembali untuk berubah aku tak mau kalah aku tak mau menyerah aku tak mau berhenti<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alhasanah08.wordpress.com&amp;blog=4522721&amp;post=133&amp;subd=alhasanah08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Bismillah</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em>aku kembali</em></p>
<p><em>membawa sejuta asa<span id="more-133"></span></em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em>aku kembali</em></p>
<p><em>menggenggam tekad</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em>aku kembali</em></p>
<p><em>untuk melawan</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em>aku kembali</em></p>
<p><em>untuk berubah</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em>aku tak mau kalah</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em>aku tak mau menyerah</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em>aku tak mau berhenti</em></p>
<p><em></em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alhasanah08.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alhasanah08.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alhasanah08.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alhasanah08.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alhasanah08.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alhasanah08.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alhasanah08.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alhasanah08.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alhasanah08.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alhasanah08.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alhasanah08.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alhasanah08.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alhasanah08.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alhasanah08.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alhasanah08.wordpress.com&amp;blog=4522721&amp;post=133&amp;subd=alhasanah08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alhasanah08.wordpress.com/2009/02/20/untitled/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e168b34930e92f8ce1becbc29ffeb9fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalman007</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Update Jadwal Kajian Islam Masjid Al Hasanah</title>
		<link>http://alhasanah08.wordpress.com/2008/11/18/update-jadwal-kajian-islam-masjid-al-hasanah/</link>
		<comments>http://alhasanah08.wordpress.com/2008/11/18/update-jadwal-kajian-islam-masjid-al-hasanah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 03:27:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalman007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alhasanah08.wordpress.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Update Jadwal Kajian Islam Masjid Al Hasanah per Nopember 2008, lihat halaman Jadwal Ta&#8217;lim untuk ide, kritik, saran atau Informasi hubungi nomer berikut ini: 081392442287 Jazakumullahu Khairan wa Barakallahu Fiikum<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alhasanah08.wordpress.com&amp;blog=4522721&amp;post=129&amp;subd=alhasanah08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Update Jadwal Kajian Islam Masjid Al Hasanah per Nopember 2008, lihat halaman Jadwal Ta&#8217;lim</p>
<p>untuk ide, kritik, saran atau Informasi hubungi nomer berikut ini: 081392442287</p>
<p>Jazakumullahu Khairan wa Barakallahu Fiikum</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alhasanah08.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alhasanah08.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alhasanah08.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alhasanah08.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alhasanah08.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alhasanah08.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alhasanah08.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alhasanah08.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alhasanah08.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alhasanah08.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alhasanah08.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alhasanah08.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alhasanah08.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alhasanah08.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alhasanah08.wordpress.com&amp;blog=4522721&amp;post=129&amp;subd=alhasanah08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alhasanah08.wordpress.com/2008/11/18/update-jadwal-kajian-islam-masjid-al-hasanah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e168b34930e92f8ce1becbc29ffeb9fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalman007</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Valentine’s Day</title>
		<link>http://alhasanah08.wordpress.com/2008/11/14/valentine%e2%80%99s-day/</link>
		<comments>http://alhasanah08.wordpress.com/2008/11/14/valentine%e2%80%99s-day/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 03:07:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalman007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alhasanah08.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[14 Februari, hari yang dikenal oleh kebanyakan orang sebagai hari valentine. Hari valentine apaan seh?(apa ya, ana jg ga tau) Hari dmana saling ngasih coklat, ngasih kado, bungkusnya pink, pada make baju warna pink ato merah dan kegiatan yang ga mutu laenya. Hari valentine ada dalilnya ga seh? Ya jelas ga ada lah , aya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alhasanah08.wordpress.com&amp;blog=4522721&amp;post=118&amp;subd=alhasanah08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]&gt;--><br />
14 Februari, hari yang dikenal oleh kebanyakan orang sebagai hari valentine. Hari valentine apaan seh?(apa ya, ana jg ga tau) Hari dmana saling ngasih coklat, ngasih kado, bungkusnya pink, pada make baju warna pink ato merah dan kegiatan yang ga mutu laenya. Hari valentine ada dalilnya ga seh? Ya jelas ga ada lah , aya aya wae. Hari Valentine adalah produk orang Nashrani. Padahal Nabi dah bersabda klo qta umat Islam harus menyelisihi Ahlu Kitab.<span><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/ADMINI~1/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" alt="http://alhasanah08.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" width="1" height="1" /><span id="more-118"></span><!--[endif]--></span></p>
<p>Owh iya ada Fatwa dari Ulama qta, Syaikh Utsaimin berkaitan dengan hari valentine, bunyinya gini. “ Tidak boleh merayakan valentine day karena beberapa alasan: yang Pertama, hal itu merupakan hari raya bid’ah, tidak ada dasarnya dalam syari’at. Kedua: bahwa itu akan menimbulkan kecengengan dan kecemburuan. Ketiga: bahwa itu akan menyebabkan sibuknya hati dengan perkara-perkara bodoh yang bertolak belakang dengan bimbingan para salaf. Hendaknya setiap muslim merasa mulia dengan agamanya dan tidak merendahkan diri dengan menerima setiap ajakan. Semoga Alloh melindungi kaum muslim dari setiap fitnah, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi, dan semoga Alloh senantiasa membimbing kita dengan petunjuk-Nya” Fatwa Syaikh Utsaimin tertanggal 5/11/1420</p>
<p>Nah, dah paham kan, ga banget anak muda islam ngerayain kek gituan. Dah bikin boros, bikin kecemburuan n kecengengan lagi.</p>
<p>Sebagai generasi muda Islam, qta ga sah merasa inferior, trz memandang agama laen superior. Hanya Islam agama yang mulia, jadi qta harusnya bangga dengan agama sendiri. Bukannya malah bangga dengan agama laen. Cintai agama qta sendiri.</p>
<p>Wallahu a’lam</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alhasanah08.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alhasanah08.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alhasanah08.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alhasanah08.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alhasanah08.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alhasanah08.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alhasanah08.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alhasanah08.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alhasanah08.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alhasanah08.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alhasanah08.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alhasanah08.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alhasanah08.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alhasanah08.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alhasanah08.wordpress.com&amp;blog=4522721&amp;post=118&amp;subd=alhasanah08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alhasanah08.wordpress.com/2008/11/14/valentine%e2%80%99s-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e168b34930e92f8ce1becbc29ffeb9fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalman007</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/ADMINI~1/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://alhasanah08.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghancurkan Plastik dengan Air</title>
		<link>http://alhasanah08.wordpress.com/2008/11/14/menghancurkan-plastik-dengan-air/</link>
		<comments>http://alhasanah08.wordpress.com/2008/11/14/menghancurkan-plastik-dengan-air/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 03:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalman007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kimia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alhasanah08.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Dilihat dari jenisnya, limbah plastik merupakan komponen ketiga terbanyak yang dibuang setelah limbah organik dan kertas. Meski dari segi jumlah tidak tergolong banyak, limbah plastik merupakan masalah lingkungan yang terbesar karena materialnya tidak mudah diurai oleh alam, baik oleh curah hujan dan panas matahari, maupun oleh mikroba tanah. Karena ringan, plastik akan cenderung terangkat ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alhasanah08.wordpress.com&amp;blog=4522721&amp;post=115&amp;subd=alhasanah08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Dilihat dari jenisnya, limbah plastik merupakan komponen ketiga terbanyak yang dibuang setelah limbah organik dan kertas. Meski dari segi jumlah tidak tergolong banyak, limbah plastik merupakan masalah lingkungan yang terbesar karena materialnya tidak mudah diurai oleh alam, baik oleh curah hujan dan panas matahari, maupun oleh mikroba tanah. <span id="more-115"></span></span><span style="font-size:x-small;">Karena ringan, plastik akan cenderung terangkat ke permukaan ketika ditimbun sehingga mengotori lingkungan sekitar. Jika tercecer di badan air, plastik cenderung menyumbat aliran. Bila dibakar akan menimbulkan asap yang membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia.<br />
</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Dengan kian meningkatnya kebutuhan barang plastik, limbah ini akan menimbulkan masalah yang kian pelik. Hal ini bisa dilihat dari perkiraan kebutuhan plastik 220 juta penduduk Indonesia pada tahun 2003 yang akan mencapai sekitar 1,35 juta ton, menurut Indonesia Plastic Industries.<br />
</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Material plastik yang sudah dikenal sejak puluhan tahun silam sebagai bahan hasil rekayasa polimer, kini telah muncul dalam berbagai jenis produk mulai dari kantung plastik, tas kresek, sampai komponen berteknologi tinggi seperti barang elektronik, otomotif, dan pesawat terbang. Bahan ini banyak digunakan karena mempunyai banyak sifat unggul, seperti ringan, transparan, tahan air, elastis, dan harganya relatif murah.<br />
</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Selama ini memang telah ada upaya untuk mendaur ulang plastik yang dilakukan oleh pemulung dan industri pendaur ulang plastik, namun tidak semua limbah tertangani dan beberapa jenis plastik seperti styrofoam dan plastik multilayer belum dapat dimanfaatkan.<br />
</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Menurut Tomridjo dari Dana Mitra Lingkungan dalam seminar tentang limbah plastik yang diselenggarakan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), belum lama ini daur ulang yang sudah dilakukan adalah menggunakan proses generik, yaitu satu jenis plastik bekas, diproses menghasilkan plastik yang sama, namun sifat fisiknya lebih rendah.<br />
</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Teknik daur ulang yang lebih baik adalah dengan proses pencampuran, yaitu mencampurkan semua jenis plastik dalam extruder yang melelehkannya pada suhu tertentu kemudian dimasukkan dalam cetakan yang sesuai dengan produk yang diinginkan.<br />
</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Airsuperkritis </span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Mengolah limbah plastik kemudian dicoba dengan air superkritis atau supercritical hydrogen dioxide (ScH<sub>2</sub>O). Peneliti BPPT Mohamad Yusman dan Tusy A Adibroto dari Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan BPPT, pada seminar tersebut mempresentasikan hasil penelitian penggunaan air superkritis ini.<br />
</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Air pada kondisi superkritis, yaitu di atas suhu 374 derajat Celsius dan tekanan di atas 220 atmosfer memiliki sifat yang berbeda dengan air pada kondisi normal atau suhu kamar dan tekanan atmosfer. Pada kondisi yang superkritis, air mampu melarutkan dan mendekomposisi senyawa organik, termasuk plastik dan gas.<br />
</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Plastik yang terdekomposisi akan menghasilkan senyawa dasar penyusunnya, yaitu monomer yang selanjutnya dapat digunakan kembali sebagai bahan baku plastik dengan kualitas yang sama. Namun, karena memiliki suhu dan tekanan kritis tinggi, maka sifat air akan berubah menjadi asam dan memiliki daya korosif terhadap bahan logam reaktornya. Oleh karena itu, masih perlu dilakukan kajian lebih lanjut terhadap penerapan air superkritis (ScH<sub>2</sub>O) pada berbagai penggunaan industri maupun penanganan berbagai macam limbah, urai Tusy yang juga direktur di pusat kajian itu.<br />
</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Ditemukannya air superkritis bermula dari hasil percobaan yang dilakukan oleh peneliti dari Perancis Baron Charles Cagniard de la Tour, pada tahun 1821. Setelah itu dilakukan serangkaian penelitian di berbagai perguruan tinggi di dunia untuk memanfaatkan air superkritis guna mendestruksi bahan berbahaya dan beracun, termasuk bahan mudah meledak, propelan, dan bahan kimia dari senjata kimia.<br />
</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Saat ini, ScH<sub>2</sub>O mulai dikembangkan untuk reaksi senyawa organik. Beberapa kelebihan yang dimiliki medium ini antara lain, kemampuan laju reaksinya yang tinggi, kemampuan mengekstraksi, mendekomposisi, dan menghilangkan polutan dalam limbah, serta dalam mendekomposisi sampah plastik.<br />
</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Dalam keadaan suhu dan tekanan tinggi, air superkritis mampu melarutkan semua senyawa organik, termasuk plastik. Kelarutan senyawa ini sangat tergantung pada suhu, konstanta dielektrika, dan berat jenisnya.<br />
</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Upaya untuk mendapatkan kembali senyawa dasar polimer plastik, yaitu monomer, dilakukan untuk memproduksi plastik kembali dengan kualitas yang sama melalui proses polimerisasi. Beberapa contoh depolimerisasi adalah PET menjadi asam terephthalate dab ethylene glycol. Nylon 6 menjadi konstanta dielektrika caprolactam dan air.<br />
</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Kelebihan ScH<sub>2</sub>O sebagai medium untuk depolimerisasi dibandingkan dengan fluida lain yang dapat digunakan sebagai fluida superkritis antara lain harganya murah, tidak beracun, serta tidak mudah terbakar dan meledak. Tidak menghasilkan jelaga atau karbon karena reaksinya dalam sistem tertutup. Reaksi juga dapat dilakukan tanpa menggunakan bantuan katalis.<br />
</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Namun, kekurangannya, ScH<sub>2</sub>Omemerlukan suhu dan tekanan kritis yang lebih tinggi dibandingkan fluida lain. Bandingkan dengan metanol dan toluene yang memerlukan suhu 239,5<sup>o</sup>C dan 318,6<sup>o</sup>C serta tekanan 8.10 dan 4.11 Mpa. Di samping itu, keasaman air akan meningkat pada suhu tinggi, yang ditunjukkan oleh kenaikan konsentrasi ion hidrogen 30 kali lipat dibandingkan dengan air pada kondisi normal. [yun]</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Laporan Iptek Kompas, 26 Oktober 2002</span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alhasanah08.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alhasanah08.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alhasanah08.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alhasanah08.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alhasanah08.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alhasanah08.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alhasanah08.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alhasanah08.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alhasanah08.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alhasanah08.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alhasanah08.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alhasanah08.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alhasanah08.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alhasanah08.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alhasanah08.wordpress.com&amp;blog=4522721&amp;post=115&amp;subd=alhasanah08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alhasanah08.wordpress.com/2008/11/14/menghancurkan-plastik-dengan-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e168b34930e92f8ce1becbc29ffeb9fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalman007</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengertian As Sunnah</title>
		<link>http://alhasanah08.wordpress.com/2008/11/14/pengertian-as-sunnah/</link>
		<comments>http://alhasanah08.wordpress.com/2008/11/14/pengertian-as-sunnah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 02:46:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalman007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alhasanah08.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana telah diketahui bahwa di antara nama-nama ahlus sunnah wal jama’ah adalah salafiyyun, sangatlah sesuai bila dijelaskan apa pengertian As Sunnah menurut bahasa dan istilah, kemudian kita uraikan pengertian Ahlus sunnah wal jama’ah serta sebab-sebab munculnya istilah tersebut. As Sunnah menurut bahasa adalah thariq (jalan) dan sirah (sejarah hidup).1 Para ‘ulama bahasa berselisih pendapat, apakah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alhasanah08.wordpress.com&amp;blog=4522721&amp;post=106&amp;subd=alhasanah08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;">Sebagaimana telah diketahui bahwa di antara nama-nama ahlus sunnah wal jama’ah adalah salafiyyun, sangatlah sesuai bila dijelaskan apa pengertian As Sunnah menurut bahasa dan istilah, kemudian kita uraikan pengertian Ahlus sunnah wal jama’ah serta sebab-sebab munculnya istilah tersebut.<span id="more-106"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">As Sunnah menurut bahasa adalah thariq (jalan) dan sirah (sejarah hidup).1</p>
<p style="margin-bottom:0;">Para ‘ulama bahasa berselisih pendapat, apakah menurut bahasa pengertian as sunnah itu hanya terbatas jalan yang baik (thariq hasanah) ataukha mencakup jalan yang baik maupun yang buruk?</p>
<p style="margin-bottom:0;">Yang benar ialah bahwa menurut bahasa, as sunnah adalah thariqah (jalan) yang baik maupun buruk. Di antara hal-hal yang menunjukan pengertian ini adalah hadits Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- “Barangsiapa yang membuat suatu jalan di dalam Islam jalan yang baik, maka dia memperoleh pahalanya dan pahala yang mengamalkannya. Dan siapa yang membuat jalan yang buruk, niscaya menanggung dosanya dan dosa mereka yang mengamalkannya.” (HR. Muslim)</p>
<p style="margin-bottom:0;">(yakni), ketika Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- membagi sunnah itu menjadi dua, yang baik (sunnah hasanah) dan sunah yang buruk (sunnah sayyi-ah).</p>
<p style="margin-bottom:0;">Adapun pengertian as sunnah menurut istilah, ada istilah menurut ahli hadits (muhaddits), sebagaimana halnya ada istilah menurut ahli ushul fiqh dan ahli fiqh.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Menurut para muhadditsin, as sunnah adalah apa yang diriwayatkan dari Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, baik ucapan, perbuatan, persetujuan (taqrir) dan sifat (budi pekerti maupun perawakan) beliau, serta sejarah hidup beliau, baik sebelum maupun sesudah beliau diutus.2</p>
<p style="margin-bottom:0;">Sedangkan menurut ahli ishul, as sunnah dimutlakkan kepada semua yang dinukil dari Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, dari hal-hal yang tidak dinashkan dalam Al Kitab Al ‘Aziz, tapi dinashkan dari beliau -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, baik sebagai keterangan terhadap apa yang ada dalam Al Kitab atau tidak.3</p>
<p style="margin-bottom:0;">As Sunnah dalam istilah ahli fiqh, dimutlakkan kepada semua hal yang bukan wajib. Maka jika dikatakan bahwa perkara ini sunnah, artinya (perkara tersebut) bukan fardlu dan bukan pula wajib, tidak haram serta tidak pula makruh.4</p>
<p style="margin-bottom:0;">Akan tetapi As Sunnah menurut kebanyakan salaf lebih luas daripada itu. Karena yang mereka maksud dengan as sunnah adalah ma’na yang lebih luas daripada yang dipaparkan para muhaddits, ahli ushul fiqh dan ahli fiqh. Sebab, as sunnah yang dimaksud adalah kesesuaian dengan Al Kitab. Sedangkan Sunnah Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- serta para sahabatnya adalah sama dalam masalah ‘aqidah maupun ibadah. Lawannya adalah bid’ah</p>
<p style="margin-bottom:0;">Sehingga bila dikatakan si Fulan di atas As Sunnah, jika amalannya sesuai Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-</p>
<p style="margin-bottom:0;">Lalu bila dikatakan si Fulan di atas bid’ah, jika amalannya menyelisihi Al Kitab dan As Sunnah atau salah satunya.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -Rahimahullaahu ta’aala- mengatakan: “Adapun lafaz As Sunnah dalam perkatakan salaf, mencakup sunnah dalam masalah ibadah dan I’tiqad, meskipun kebanyakan yang menyusun tulisan tentang as sunnah mengkhususkan pembahasannya dalam bidang I’tiqad.5</p>
<p style="margin-bottom:0;">Beliau -Rahimahullaahu ta’aala- mengatakan (dalam Al Hamawiyah hal 2): “As Sunnah adalah semua yang Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berada di atasnya, baik I’tiqad, iqtishad, ucapan maupun perbuatan.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Ibnu Rajab -Rahimahullaahu ta’aala- mengatakan: “Banyak ‘ulama yang belakangan mengkhususkan as sunnah kepada hal-hal yang berkaitan dengan I’tiqad; karena dia adalah pokok (ushul) dien ini. Sedangkan yang menyelisihinya berada dalam bahayanya yang besar.”6</p>
<p style="margin-bottom:0;">Saya katakana: “Jadi, As Sunnah jika disebutkan secara mutlak dalam masalah ‘aqidah, yang dimaksud adalah dien(aajran Islam) yang sempurna, bukan sebagaimana diistilahkan oleh ‘ulama ahli hadits, ahli ushul maupun fiqh.”</p>
<p style="margin-bottom:0;">Ibnu Rajab juga mengatakan: “As Sunnah adalah jalan yang dilalui, termasuk di dalamnya dalah berpegang dengan semua yang Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan apra khulafa ‘ur rasyidin berada di atasnya, baik I’tiqad, amalan maupun ucapan.”7</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Footnote:</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">An Nihayah Ibnu Atsir (2/409), 	Lisanul ‘Arab (17/89)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Qawaidut Tahdits Al Qasimi (hal 	64)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Lihat Ushul Ahkam Al Amidi (1/169)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Lihat Syarhul Kawkabul Munir 	(2/160)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Al Amr bil Ma’ruf wan Nahyu 	‘Anil Munkar (hal 77)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Jami’ul ‘Ulum wal Hikam (hal 	249). Sebab itulah banyak tulisan tentang ma’na ini dengan istilah 	As Sunnah, misalnya As Sunnah karya Imam Ahmad, As Sunnah karya Abu 	Daud As Sijistani, As Sunnah karya Ibnu Abi ‘Ashim, As Sunnah 	karya ‘Abdullah putera Imam Ahamd dan As Sunnah karya Ibnu Abi 	Hatim Ar Razi.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Ibid (hal 262)</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;">Sumber : Menjadi Salafy Sejati karya Asy Syaikh DR. Abdussalam ibn Salim as Suhaimi terbitan Pustaka AL Haura’</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alhasanah08.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alhasanah08.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alhasanah08.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alhasanah08.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alhasanah08.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alhasanah08.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alhasanah08.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alhasanah08.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alhasanah08.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alhasanah08.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alhasanah08.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alhasanah08.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alhasanah08.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alhasanah08.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alhasanah08.wordpress.com&amp;blog=4522721&amp;post=106&amp;subd=alhasanah08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alhasanah08.wordpress.com/2008/11/14/pengertian-as-sunnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e168b34930e92f8ce1becbc29ffeb9fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalman007</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aneh!!</title>
		<link>http://alhasanah08.wordpress.com/2008/11/12/aneh/</link>
		<comments>http://alhasanah08.wordpress.com/2008/11/12/aneh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 02:33:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalman007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alhasanah08.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[“Ga sah aneh-aneh!”. Kalimat kayak gitu sering terdengar saat seorang muslim berusaha berislam secara benar, melaksanakan sunnah dan meninggalkan perbuatan bid’ah. Kadang juga terdengar celoteh sesama muslim, “Mbok berislam yang bisa aja, ga sah fanatik!” Bila yang dimaksud berislam secara “biasa” adalah berislam sesuai ajaran Rasulullah n diamalkan oleh para shahabat Nabi maka ini benar. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alhasanah08.wordpress.com&amp;blog=4522721&amp;post=100&amp;subd=alhasanah08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Ga sah aneh-aneh!”. Kalimat kayak gitu sering terdengar saat seorang muslim berusaha berislam secara benar, melaksanakan sunnah dan meninggalkan perbuatan bid’ah. Kadang juga terdengar celoteh sesama muslim, “Mbok berislam yang bisa aja, ga sah fanatik!”<span id="more-100"></span><br />
Bila yang dimaksud berislam secara “biasa” adalah berislam sesuai ajaran Rasulullah n diamalkan oleh para shahabat Nabi maka ini benar. But, bila yang dimaksud biasa adalah islam yang dilakukan secara “ngawur” atau berlebihan maka ini tidak benar, malahan bisa sesat. Memilah-memilih mana syariat yang dirasa enak menurut hawa nafsunya. Jika hawa nafsu bilang oke, maka itu yang diamalkan. Sedangkan, syariat yang dirasa membebani menurut sudut pandang hawa nafsu maka ditinggalkan. Menurut hawa nafsu, kebenaran dan dalil tidaklah penting. Yang penting, hawa nafsu oke, masyarakat mendukung.<br />
Ada juga yang berislam secara berlebihan. Ingin tampil “keren” dalam ibadah, mereka memodifikasi ibadah. Mengambil sikap yang keras dalam beragama. Mengkafirkan yang tidak termasuk jamaahnya, menganggap najis yang diluar kelompoknya , memberontak pada penguasa, de el el.  Orang begini ne yang bikin citra islam jadi jelek. Mereka tidak segan menjarah kehormatan sesame muslim, sampai-sampai menumpahkan darah sesama muslim (Imam Samudra cs)<br />
Berislam yang benar adalah berislam dengan ngikut jejak Rasulullah dan para shahabat serta orang-orang yang konsisten mengikuti mereka. So, bagaimana jika qta sudah berusaha ngikut jalan yang lurus itu, ternyata masih ada yang benci n menganggap qta aneh? jawab aja, “EGP”<br />
Wallahu ‘alam bi shawab</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alhasanah08.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alhasanah08.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alhasanah08.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alhasanah08.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alhasanah08.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alhasanah08.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alhasanah08.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alhasanah08.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alhasanah08.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alhasanah08.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alhasanah08.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alhasanah08.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alhasanah08.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alhasanah08.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alhasanah08.wordpress.com&amp;blog=4522721&amp;post=100&amp;subd=alhasanah08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alhasanah08.wordpress.com/2008/11/12/aneh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e168b34930e92f8ce1becbc29ffeb9fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalman007</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita dalam Dunia Anak</title>
		<link>http://alhasanah08.wordpress.com/2008/11/07/cerita-dalam-dunia-anak/</link>
		<comments>http://alhasanah08.wordpress.com/2008/11/07/cerita-dalam-dunia-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 02:32:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalman007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alhasanah08.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Al-Ustadzah Ummu &#8216;Abdirrahman Bintu &#8216;Imran Cerita fiksi, dengan niat sebaik apapun -termasuk “berdakwah”, tetaplah kedustaan. Sehingga tak sepantasnya anak-anak kita dijejali oleh beragam cerita rekaan yang hanya akan memperkuat fantasi khayalnya. Terlebih cerita-cerita tersebut, baik yang berbentuk cerpen, komik, ataupun novel, mengandung hal-hal yang bisa merusak akidah mereka. Kalau kita berkunjung ke perpustakaan atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alhasanah08.wordpress.com&amp;blog=4522721&amp;post=92&amp;subd=alhasanah08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:  Al-Ustadzah Ummu &#8216;Abdirrahman Bintu &#8216;Imran</p>
<p>Cerita fiksi, dengan niat sebaik apapun -termasuk “berdakwah”, tetaplah kedustaan. Sehingga tak sepantasnya anak-anak kita dijejali oleh beragam cerita rekaan yang hanya akan memperkuat fantasi khayalnya. Terlebih cerita-cerita tersebut, baik yang berbentuk cerpen, komik, ataupun novel, mengandung hal-hal yang bisa merusak akidah mereka.<span id="more-92"></span></p>
<p>Kalau kita berkunjung ke perpustakaan atau toko buku, deretan buku cerita untuk anak-anak sangat mudah kita jumpai. Dari cerita legenda sampai yang bertema agama. Mulai cerita daerah sampai cerita yang diadopsi dari negeri asing.<br />
Memang, anak-anak –sebagaimana orang dewasa– sangat menyukai cerita. Cerita memang bisa menjadi media yang sangat efektif untuk menyampaikan dan menanamkan berbagai nilai, baik positif maupun negatif, pada diri anak.<br />
Namun sayang, sebagian besar cerita yang disuguhkan kepada anak-anak adalah cerita fiksi. Dengan kata lain, menyuguhkan kedustaan dan khayalan. Ironisnya, cerita-cerita seperti inilah yang justru digemari oleh anak-anak, termasuk anak-anak kaum muslimin. Karakter-karakter khayal dan asing dengan alur cerita yang mengasyikkan membuat mereka menjadi pengkhayal; ingin menjadi seorang “jagoan” yang perkasa atau seorang “putri” yang lembut dan jelita.<br />
Isi cerita pun turut mendukung kerusakan yang ada. Cerita yang seram dan menakutkan membuat anak menjadi ciut nyali dan kehilangan keberaniannya. Bahkan banyak cerita yang nyaris meruntuhkan tauhid. Cerita tentang “kantong ajaib” sampai “peri yang baik” bisa membuat anak percaya, segala yang mereka inginkan bisa tercapai bukan melalui kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wal ‘iyadzu billah!<br />
Kalaupun ada cerita bertema agama –baik yang tercantum di rubrik-rubrik kisah majalah anak ataupun yang terbukukan–, seringkali yang ada adalah cerita rekaan, atau kisah-kisah yang benar namun dibumbui dengan berbagai tambahan dan pengurangan. Semuanya berujung pada kedustaan.<br />
Tidak dipungkiri, cerita dapat menimbulkan pengaruh bagi yang mendengar atau membacanya. Oleh karena itulah di dalam Al-Qur`an kita dapati berbagai kisah yang bermanfaat, tentang para nabi ataupun umat-umat terdahulu. Begitu pula Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, menuturkan kisah-kisah dengan bahasa yang begitu fasih, penyampaian yang begitu jelas dan gamblang.<br />
Namun bedanya, kisah-kisah dalam Al-Qur`an maupun yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berisi tentang kenyataan yang benar-benar terjadi dan jauh dari sekadar dusta dan khayalan.<br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<br />
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي اْلأَلْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَى وَلَكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ<br />
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal. Al-Qur`an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi sebagai pembenar kitab-kitab yang sebelumnya dan penjelas segala sesuatu, dan sebagai petunjuk serta rahmat bagi kaum yang beriman.” (Yusuf: 111)<br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman pula tentang Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam:<br />
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى. إِنْ هُوَ إِلاَّ وَحْيٌ يُوْحَى<br />
“Tidaklah dia berkata dari hawa nafsunya. Yang dikatakannya itu tidak lain wahyu yang diwahyukan.” (An-Najm: 3-4)<br />
Maka dari itu, mestinya kita benar-benar memerhatikan ketika hendak memilihkan bacaan, menuliskan cerita atau menuturkan kisah kepada anak-anak. Tak boleh ada unsur kedustaan sepanjang cerita itu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Kitab-Nya:<br />
إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ<br />
“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” (An-Nahl: 105)<br />
Dusta, biarpun dalam rangka berkisah yang sifatnya menghibur anak-anak, tetaplah dilarang. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyatakan hal itu dalam sabda beliau yang diriwayatkan oleh Bahz bin Hakim dari ayahnya dari kakeknya, dia berkata: Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:<br />
وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ بِالْحَدِيْثِ لِيُضْحِكَ بِهِ القَوْمَ فَيَكْذِبُ، وَيْلٌ لَهُ، وَيْلٌ لَهُ<br />
“Binasalah orang yang berbicara untuk membuat orang-orang tertawa dengan ucapannya, lalu dia berdusta. Binasalah dia, binasalah dia!” (HR. At-Tirmidzi no. 2315, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)<br />
Oleh karena itu, kita perlu waspada dan ekstra hati-hati agar tidak terjerumus dalam perbuatan seperti ini. Apalagi jika kita terbiasa membuat-buat dongeng atau cerita rekaan, hingga tanpa terasa kita jadi terbiasa berdusta. Sementara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan bahwa orang yang terbiasa berdusta akan dicatat di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai seorang pendusta. Na’udzu billah!<br />
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:<br />
إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى البِرِّ وَإِنَّ البِرَّ يَهْدِي إلَى الْجَنَّةِ ومَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا، وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُوْرِ وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَلاَ يَزَالُ الْعَبْدُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا<br />
“Sesungguhnya kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing ke surga, dan seseorang senantiasa jujur dan membiasakan untuk jujur hingga dicatat di sisi Allah sebagai seorang yang jujur. Dan sesungguhnya dusta akan membimbing pada kejahatan, dan kejahatan akan membimbing ke neraka, dan seorang hamba senantiasa berdusta dan membiasakan untuk dusta hingga dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” (HR. Al-Bukhari no. 6094 dan Muslim no. 2607)<br />
Dusta juga termasuk perangai orang munafik. Demikian dinyatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:<br />
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ<br />
“Tanda orang munafik itu ada tiga: bila bicara dia dusta, bila berjanji dia mengingkari, dan bila diberi amanah dia mengkhianati.” (HR. Al-Bukhari no. 33 dan Muslim no. 107)<br />
Lebih dari itu, dusta merupakan dosa besar yang diancam dengan azab di neraka, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Samurah bin Jundab radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa suatu pagi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabat:<br />
إِنَّهُ أَتَانِي اللَّيْلَةَ آتِيَانِ وَإِنَّهُمَا ابْتَعَثَانِي وَإِنَّهُمَا قَالاَ لِي: انْطَلِقْ. وَإِنِّي انْطَلَقْتُ مَعَهُمَا&#8230;- الْحَدِيثَ- وَفِيهِ: وَأَمَّا الرَّجُلُ الَّذِي أَتَيْتَ عَلَيْهِ يُشَرْشِرُ شِدْقَهُ إِلَى قَفَاهُ وَمِنْخَرَهُ إِلَى قَفَاهُ وَعَيْنَهُ إِلَى قَفَاهُ فَإِنَّهُ الرَّجُلُ يَغْدُو مِنْ بَيْتِهِ فَيَكْذِبُ الْكِذْبَةَ تَبْلُغُ الْآفَاقَ<br />
“Semalam aku didatangi oleh dua orang malaikat, lalu mereka berdua mengajakku pergi. Mereka berkata padaku, ‘Mari kita pergi!’ Aku pun pergi bersama mereka berdua….” (sampai beliau mengatakan), “Adapun orang yang kaulihat sedang merobek/memotong mulutnya hingga ke tengkuknya, hidungnya hingga ke tengkuknya, kedua matanya hingga ke tengkuknya adalah orang yang suka berangkat di pagi hari dari rumahnya, lalu dia membuat kedustaan, sampai kedustaan itu mencapai seluruh penjuru.” (HR. Al-Bukhari no. 7047)<br />
Orang seperti ini berhak mendapatkan azab, karena berbagai kerusakan yang timbul dari kedustaan yang dibuatnya. Sementara, dia melakukan dusta itu dengan keinginannya, bukan karena dipaksa atau karena terdesak. (Fathul Bari, 12/557)<br />
Ancaman apa lagi yang lebih mengerikan daripada azab seperti ini?<br />
Kalau memang kita ingin memberikan kisah-kisah untuk memberikan pelajaran kepada anak dan menanamkan akhlak yang baik, kita bisa mengambil cerita-cerita yang ada di dalam Al-Qur`an dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih. Atau melalui kisah hidup Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau radhiyallahu ‘anhum, dari kitab-kitab biografi yang ditulis oleh para ulama, yang di dalamnya sarat dengan keteladanan dan pelajaran serta dituturkan sebagaimana jalan cerita yang ada, tanpa pengurangan dan penambahan, sekalipun kita menuturkannya dengan bahasa anak-anak.<br />
Yang banyak pula ditemukan sekarang ini, kisah-kisah para tokoh Islam, baik dari kalangan para rasul, sahabat, dan yang lainnya, dalam bentuk cerita bergambar. Nabi Adam ‘alaihissalam maupun nabi-nabi yang lain digambarkan sedemikian rupa dalam ilustrasi buku cerita maupun karakter film kartun. Begitu pula tokoh-tokoh yang lainnya.<br />
Yang seperti ini dilarang, karena jelas-jelas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita membuat gambar-gambar makhluk bernyawa ataupun menyimpannya di dalam rumah. Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma pernah mengatakan:<br />
سَمِعْتُ مُحَمَّدًا صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: مَنْ صَوَّرَ صُوْرَةً فِي الدُّنْيَا كُلِّفَ أَنْ يَنْفُخَ فِيْهَا الرُّوْحَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلَيْسَ بِنَافِخٍ<br />
“Aku pernah mendengar Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Siapa yang membuat sebuah gambar (makhluk hidup) di dunia, ia akan dibebani untuk meniupkan ruh kepada gambar tersebut pada hari kiamat, padahal ia tidak bisa meniupkannya’.” (HR. Al-Bukhari no. 5963 dan Muslim no. 5507)<br />
Jabir radhiyallahu ‘anhu juga mengatakan:<br />
نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الصُّوْرَةِ فِي الْبَيْتِ وَنَهَى أَنْ يَصْنَعَ ذَلِكَ<br />
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memasukkan gambar (makhluk hidup) ke dalam rumah dan melarang untuk membuat yang seperti itu.” (HR. At-Tirmidzi no. 1749, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)<br />
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menyampaikan pula bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:<br />
إِنَّ أَصْحَابَ هَذِهِ الصُّوَرِ يُعَذَّبُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَيُقَالُ: أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ. وَقَالَ: إِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي فِيْهِ الصُّوَرُ لاَ تَدْخُلُهُ الْمَلاَئِكَةُ<br />
“Sesungguhnya pembuat gambar-gambar (makhluk bernyawa) seperti ini akan diazab pada hari kiamat dan dikatakan pada mereka, ‘Hidupkan apa yang kalian ciptakan ini!’.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Sesungguhnya rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar (makhluk bernyawa) tidak akan dimasuki oleh malaikat.” (HR. Al-Bukhari no. 5961 dan Muslim no. 2107)<br />
Di samping itu, perbuatan semacam ini mengandung pelecehan terhadap para nabi dan para tokoh yang digambarkan. Demikian difatwakan oleh para ulama, sebagaimana termaktub dalam fatwa Al-Lajnah Ad-Da`imah lil Buhutsil ‘Ilmiyyah wal Ifta` yang diketuai oleh Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baz t: “Dilarang menggambar para sahabat atau salah seorang di antara mereka, karena hal itu mengandung peremehan dan pelecehan terhadap mereka, serta mengakibatkan penghinaan terhadap para sahabat. Walaupun diyakini di sana ada maslahat, namun mafsadah yang ditimbulkan jauh lebih besar. Sementara segala sesuatu yang mafsadahnya lebih besar itu terlarang. Keputusan tentang larangan atas hal ini telah ditetapkan dalam Majlis Hai`ah Kibaril ‘Ulama. (Fatawa Al-Lajnah Ad-Da`imah lil Buhutsil ‘Ilmiyyah wal Ifta`, 1/712 no. 2044)<br />
Bagaimana kiranya dengan menggambar para nabi yang lebih mulia daripada para sahabat? Tentu lebih jelas lagi pelarangannya.<br />
Sudah semestinya kita bersikap bijak untuk memilah, mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang menyelamatkan dan mana yang membahayakan, baik untuk anak-anak maupun diri kita.<br />
Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.</p>
<p>sumber : <a href="http://http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;id_online=691" target="_self">http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;id_online=691</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alhasanah08.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alhasanah08.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alhasanah08.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alhasanah08.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alhasanah08.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alhasanah08.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alhasanah08.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alhasanah08.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alhasanah08.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alhasanah08.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alhasanah08.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alhasanah08.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alhasanah08.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alhasanah08.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alhasanah08.wordpress.com&amp;blog=4522721&amp;post=92&amp;subd=alhasanah08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alhasanah08.wordpress.com/2008/11/07/cerita-dalam-dunia-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e168b34930e92f8ce1becbc29ffeb9fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalman007</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
